Hidup ini Sementara

    Sudah 3 bulan aku dan suami ldm, berat menjalaninya tapi akhirnya bisa terlewati juga. Jumat, 11 Juli 2025 keluar sk mutasi suami ke Tebing Tinggi, Puji Tuhan bisa lebih dekat dengan suami. Jadi jarak dari Tebing Tinggi-Medan itu ada 3 jam. Jadi kemungkinan kami harus berjauhan untuk sementara waktu bisa jadi suami bisa datang seminggu 2 kali atau sekali seminggu biar ga terlalu capek. Saat ini aku menyadari pentingnya bisa serumah dengan suami dan keluarga, jauh dari suami semula membuat aku menyesal kenapa sewaktu kami sekota aku ga bersyukur bisa serumah dengan suami, sekarang aku kesulitan bisa serumah dengan suami dan waktu untuk bersama itu sangatlah berharga. Sempat kepikiran resign tapi dengan keadaan yang masih membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup membuat ku mengurungi niat itu. Kini aku menyadari hidup yang kujalani ini sementara, waktu akan berlalu, orang yang kujumpai akan datang dan pergi dan bahkan orang yang terdekat pun tidak selamanya bisa berada di sisi ku, semua sementara dan semuanya bisa berubah. 

    Hubungan kita dan keluarga juga sementara, kita bisa berantem bisa baikkan lagi. Kita bisa marah, kita juga bisa senang. Akhir-akhir ini, hubungan dengan bapakku merenggang, karena aku marah dan kecewa kepada bapakku. Demi usaha yang dia bangun dia rela memaksa mamaku untuk memberikan uang sebesar 20 juta agar bisa membangun usaha ladang sawit. Secara geografis  ga bisa dan kondisi yang tidak memungkinkan memantau dan menanam pohon sawit. Tapi bapak memaksa bahkan sampai berkata kasar kepada kami semua bahkan mau memukul kami semua hanya supaya bisa memenuhi ladang nya. Aku benar-benar kecewa dan merasa Bapak itu bukan contoh yang baik yang bisa ku percaya lagi. Aku kecewa bapak berkata kasar kepada mamak, dan dia rela pergi 3 kali ke kampung hanya untuk mengurus surat pindah keluarga bou. Aku benar-benar stress dan pusing, tapi aku berusaha menepis itu saat ini agar bisa fokus kerja dan beraktivitas.

    Aku juga berusaha mengajukan usulan pindah untuk mengikuti suami tapi aku yang berstatus masih baru pindah juga membuat aku bingung dan aku masih berharap bisa satu kota dengan suami. Tapi jika itu pun tidak terjadi kami harus siap mencari rumah diantara kota Tebingtinggi-Medan. Semoga aku bisa melewati ini semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Poetjess

Iklas